Menaksir lebar semisal lebar sungai - Menjadi salah satu teknik kepramukaan yang mengasyikkan. Apalagi banyak cara dan metode yang bisa digunakan untuk menaksir lebar. Untuk menaksir lebar para pramuka bisa memilih metode perbandingan segitiga, segitiga siku-siku (45 derajat), 1/4 lingkaran, gelombang parabola, dan metode lainnya. Dan kali ini Dunia Pramuka Kita akan menguraikan cara menaksir lebar sungai dengan metode perbandingan segitiga.
Menaksir sendiri merupakan aktivitas “menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, ukuran, dan sebagainya) dengan kira-kira”. Dari pengertian itu menaksir lebar dapat diartikan sebagai mengira-ngira lebar suatu obyek. Dalam kepramukaan banyak jenis ketrampilan menaksir seperti menaksir tinggi, menaksir lebar, menaksir kecepatan, menaksir kedalaman, menaksir berat, dan lain-lain.
Menaksir, termasuk menaksir lebar, selain akan sangat berguna saat
dipraktikkan dalam kegiatan di alam terbuka pun termasuk salah satu materi
dalam Syarat Kecakapan Umum terutama SKU Penggalang Ramu
dan SKU Penggalang Terap sebagaimana SK Kwarnas No. 18 Tahun 2011.
Melakukan Penaksiran Lebar dengan Metode Perbandingan Segitiga Sebagaimana
disampaikan di awal tulisan, banyak metode dan cara yang bisa dilakukan untuk
melakukan penaksiran lebar. Salah satu metode menaksir lebar adalah dengan
menggunakan metode perbandingan segitiga. Cara ini dianggap lebih sistematis,
akurat, serta mudah. Sehingga selain hasil yang dihasilkan mendekati kenyataan,
pelaporan kinerja akan lebih sistematis serta memudahkan dalam penilaian dan
verifikasi ulang.
Dengan metode perbandingan segitiga ini, penaksiran dapat
dilakukan menyesuaikan dengan kondisi dan luas medan karena rumus perbandingan
yang digunakan bersifat fleksibel.
Untuk melakukan penaksiran lebar dengan menggunakan metode
perbandingan segitiga lihat gambar dan langkah-langkah berikut ini:
Langkah-langkah menaksir lebar sungai:
- Tentukan titik di seberang
sungai yang mudah diingat semisal terdapat pohon, batu, bangunan, atau
rumpun semak. Ini berguna saat nanti dilakukan pengintaian di langkah
selanjutnya. Namai titik itu sebagai titik "A".
2.
Tentukan titik
"B" yang sejajar dengan titik "A". Tandai titik
"B" dengan cara salah satu teman berdiri di atasnya atau dengan obyek
lain semisal tongkat yang ditancapkan.
3.
Tentukan titik
"C" sambil mengukur jaraknya (bisa dengan langkah atau tongkat)
dengan menyusuri tepi sungai. Jarak antara titik "B" dan
"C" terserah. Ingat, antara titik "A, B, dan C" harus
membentuk segitiga siku-siku dengan siku-siku berada di titik "B".
4.
Tandai titik
"C" sebagaimana cara menandai titik "B".
5.
Tentukan titik
"D" dengan cara berjalan kembali sejauh setengah dari jarak
"BC" sehingga "CD = 1/2 BC". Seumpama jarak BC adalah 8
meter maka jarak CD sejauh 4 meter. Ingat, antara titik "B, C, dan D"
harus merupakan garis lurus.
6.
Tentukan titik
"E" dengan cara berjalan ke arah kiri sehingga antara titik
"C", "D", dan "E" terbentuk segitiga siku-siku
dengan sudut siku-siku di titik "D".
7.
Saat berjalan menuju
titik "E" intai atau bidik titik "A" melewati titik
"C" sehingga antara titik "E", "C", dan
"A" terbentuk garis lurus. Jika telah terbentuk garis lurus
berhentilah dan tandai itu sebagai titik "E".
8.
Ukur jarak antara titik
"D" dan "E"
9.
Untuk menghitung
taksiran lebar sungai tinggal mengalikan dua jarak DE. Sehingga jika jarak DE
adalah 4,3 meter maka lebar sungai adalah 2 X 4,3 = 8,6 meter.
Sekarang tinggal membuat laporan penaksiran lebar sungai seperti
berikut:
Perbandingan Fleksibel
Di awal pembahasan langkah-langkah penaksiran lebar sungai dengan
metode perbandingan segitiga dikatakan bahwa metode ini bersifat fleksibel
sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi atau luas medan. Rumus metode ini
memang fleksibel tidak harus "AB = 2 x DE" namun rumus bisa juga di
rubah menjadi:
§ "AB = DE"; di mana pada langkah ke-5
di atas, jarak CD tidak setengah BC tapi jarak CD sama dengan jarak
CD (Jika CD = 4 meter maka BC = 4 meter). Ini bisa dipilih jika lokasi
penaksiran luas atau sungai yang diukur agak sempit.
§ "AB = 4 x DE"; di mana pada langkah
ke-5 di atas, jarak CD tidak setengah BC tetapi jarak CD adalah seperempat CD
(Jika CD = 4 meter maka BC = 2 meter). Ini bisa dipilih jika lokasi penaksiran
sempit atau sungai yang diukur sangat lebar.
§ Bahkan jika sungai yang hendak diukur lebih
lebar lagi, mungkin bisa menggunakan rumus "AB = 6 x
DE"; "AB = 8 x DE"; bahkan "AB = 10 x DE";

